Beranda SPIRITUAL DOA SEORANG IBU

DOA SEORANG IBU

11
54

KAMPUS SAMUDRA ILMU HIKMAH

Di kalangan Bani Israil, ada seorang pemuda yang tampan dan sangat rajin beribadah bernama Diyab. Kesalehan dan ketaatan ibadahnya telah dikenal luas dan menjadi pembicaraan masyarakat. Ia tak pernah melupakan ibadah-ibadah wajibnya yang diperindah dengan ibadah sunah. Waktunya dihabiskan untuk memuji Allah Swt. dan mencari rahmat-Nya.
Suatu hari, sang Bunda yang telah lama tak berjumpa mendatangi rumah Diyab. Setelah mengucap salam, sang Bunda lantas memanggil Diyab.

“Diyab! Keluarlah dan temui bundamu ini, Nak!” seru sang Bunda.
Secara kebetulan Diyab baru saja memulai shalatnya. Mendengar panggilan sang Bunda, Diyab menjadi bimbang dan galau.
‘Ya Allah, bagaimana ini? Mana yang aku dahulukan? Memenuhi panggilan Bunda atau meneruskan shalatku?”
Diyab akhirnya memilih meneruskan shalatnya. Ia mengabaikan panggilan ibunya. Karena Diyab tak kunjung keluar, sang Bunda lalu pulang dengan hati kecewa.

Keesokan harinya, saat Diyab tengah melaksanakan shalat Zuhur, ibunya kembali ke tempat Diyab dan memangil-manggil nama anak kesayangannya itu. Diyab tetap pada pendiriannya. Memenuhi panggilan Allah Swt. tentulah lebih penting daripada menjawab salam sang Bunda.

Dengan kerinduan yang memuncak di dadanya, sang Bunda kembali memanggil nama Diyab dan menyuruhnya keluar untuk segera menemuinya. Karena beberapa kali sang Bunda gagal menemui Diyab, sang Bunda merasa sakit hati dan kecewa. Dalam kekesalannya, sang Bunda berdoa kepada Allah Swt.
‘Ya Allah, ya Rabb, berilah pelajaran kepada Diyab. Sungguh terluka hati ini karena ia tak mau memenuhi panggilanku.”

Tak disangka-sangka, keesokan harinya, seorang wanita pelacur yang telah melahirkan seorang bayi berkata pada Bani Israel, “Bayi ini adalah hasil hubunganku dengan Diyab!”
Pengakuan wanita itu membuat heboh orang-orang Bani Israil. Mereka lalu mendatangi Diyab, menangkapnya, dan merobohkan surau, tempat Diyab beribadah.

“Apa yang mendorong kalian berbuat seperti ini?” tanya Diyab terkaget-kaget.
“Kau telah berbuat zina dengan wanita pelacur ini hingga ia melahirkan bayimu!”
“Tunggu sebentar, izinkanlah aku mengeijakan sha- lat sejenak,” pinta Diyab.
Selesai mengeijakan shalat, Diyab menghampiri si bayi dan bertanya, “Hai, Nak, siapakah sebenarnya ayahmu?”
Tiba-tiba, bayi itu menjawab, “Aku adalah anak Fulan penggembala ternak itu.”

Mendengar keajaiban tersebut, orang-orang yang meyaksikan langsung menghampiri Diyab dan meminta maaf. Mereka berjanji akan kembali membangun surau untuknya dari bahan emas. Namun, Diyab menolak dan meminta agar surau kembali dibangun sebagaimana semula. Diyab lalu menemani sang Bunda dan meminta maaf padanya.

“Al-jannatu tahta aqdamil ummahat”
( suraga terletak di bawah kaki ibu )

11 KOMENTAR

  1. Salawat RAHASIA/TOP Secret.
    Multi fungsi sesuai niat.

    Awali dengan salat sunat wudhu,salat sunat taubat,salat sunat tasbih serta salat sunat hajat 12 rakaat.

    TAWASSUL kepada :
    1.nabi Muhammad swa
    2.syekh Abdul Qodir Al-Jaelani Al-Baqdawi
    3.nabi Khidir as
    4.malaikat 4
    5.raja diraja jin muslim qorin nabi Muhammad.
    Habib Al Huda gua hira.
    6.h.Abdul Shomad TUAN bojo
    7.kedua orang tua
    8.diri sendiri.
    (untuk no 1-7 baca fatihanya masing-masing 7x dan no 8 baca fatihanya 33x)

    SALAWATNYA :

    Allahumma salli bighoiri hisab,wasallim bighoiri hisab,wabaarik bighoiri hisab.Daa_imatan.
    Alaa nabi Muhammad,wa alaa sulthon waliyullah syekh Abdul Qodir Al-Jiilani Al-Baghdawi,wa alaa nabi Khidir bighoiri hisab.Daa_imatan.
    Wa alaa aalihim wasahbihim amma ba’du.

    Tata cara
    di hari pertama baca sebanyak-banyaknya sampai menyatu dengan badan.
    Tanda menyatunya akan turun hujan malam itu,biasanya ini terjadi pada hitungan 400 ke atas.
    Hari berikutnya sampai hari ke 7 cukup 200x saja.meskipun tdk terjadi turun hujan lagi.
    Akhiri dengan salat sunat witir.
    Selanjutnya 100x tiap hari secara istoqomah.
    Jika ada hajat cukup baca 11x dan bila ingin turun hujan di saat musim kemarau baca 400x atau lebih.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: