Beranda ILMU HIKMAH SEJARAH SUKU BANJAR

SEJARAH SUKU BANJAR

0
27

Mitologi suku Dayak Meratus (Dayak Bukit) menyatakan bahwa Suku Banjar (terutama Banjar Pahuluan) dan Suku Bukit merupakan keturunan dari dua kakak beradik yaitu Si Ayuh (Sandayuhan) yang menurunkan suku Bukit dan Bambang Basiwara yang menurunkan suku Banjar. Dalam khasanah cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus ditemukan legenda yang sifatnya mengakui atau bahkan melegalkan keserumpunan genetika (saling berkerabat secara geneologis) antara orang Banjar dengan orang Dayak Meratus. Dalam cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus dimaksud terungkap bahwa nenek moyang orang Banjar yang bernama Bambang Basiwara adalah adik dari nenek moyang orang Dayak Meratus yang

bernama Sandayuhan. Bambang Basiwara digambarkan sebagai adik yang berfisik lemah tapi berotak cerdas. Sedangkan Sandayuhan digambarkan sebagai kakak yang berfisik kuat dan jago berkelahi. Sesuai dengan statusnya sebagai nenek-moyang atau cikal-bakal orang Dayak Maratus, maka nama Sandayuhan sangat populer di kalangan orang Dayak Meratus. Banyak sekali tempat-tempat di seantero pegunungan Meratus yang sejarah keberadaannya diceritakan berasal-usul dari aksi heroik Sandayuhan. Salah satu di antaranya adalah tebing batu berkepala tujuh, yang konon adalah penjelmaan dari Samali’ing, setan berkepala tujuh yang berhasil dikalahkannya dalam suatu kontak fisik yang sangat menentukan. Orang Banjar merupakan keturunan Dayak yang telah memeluk Islam kemudian mengadopsi budaya Jawa, Melayu, dan Cina.
Suku bangsa Banjar diduga berasal mula dari penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan Tanah Banjar (sekarang wilayah provinsi Kalimantan Selatan) sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya,–setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli, yang biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan–terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu (Banjar) Pahuluan, (Banjar) Batang Banyu, dan Banjar (Kuala).

Adalah Sandayuhan yang terlahir dari seorang Uli Idang, dukun yang namanya membuat gentar segenap hantu di hutan larangan Meratus –semua ilmu kesaktian merapat ke dirinya meminta untuk dipinang. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah sabda yang sanggup mengguncang rumpun-rumpun bambu, menghentikan angin kencang yang berembus, lalu mengubahnya menjadi desiran lembut.

“Setiap anak harus mengetahui nama yang disandangnya, apakah itu pemberian orangtuanya atau siapa pun.” (hlm. 7)

Inilah cerita dari sebuah nama Sandayuhan. Dulu, nenek moyang Meratus dengan nenek moyang orang Banjar adalah saudara, Sandayuhan dan Bambang Basiwara namanya. Sang kakak, Ayuh, adalah nenek moyang Dayak Meratus. Basiwara merupakan nenek moyang orang Banjar dan dikenal sebagai suku asli penduduk Kalimantan Selatan. Namun, Ayuh memiliki kekuatan fisik yang lebih dari Basiwara. Dari cerita turun temurun, yang paling terkenal adalah cerita Ayuh saat mengalahkan setan raksasa berkepala tujuh bernama Samili’ing. Samili’ing memiliki kekuatan mengubah orang dan benda-benda menjadi batu hanya dengan menatapnya. Namun, mantra Ayuh tak tertanding. Kekuatan Samili’ing pupus hingga tatapan mata setan raksasa itu justru menyergap tubuhnya sendiri dan kelak tebing cadas Gunung Kepala Pita diyakini sebagai Samili’ing yang telah berubah wujud menjadi batu. Nah, harapan Uli Sedang memberi nama anaknya Sandayuhan yang kerap dipanggil Ayuh adalah Uli Sedang ingin anaknya menjadi Ayuh seperti nenek moyang mereka agar kelak menjadi anak yang kuat dan menolong suku mereka dari kejahatan yang datang seperti raksasa Samili’ing itu.

by, Jusua Atmaja
Jusua_Atmaja@yahoo.co.id

TIDAK ADA KOMENTAR

  1. Bohoooong…udah kejadian sampit baru ngaku” dayak rang banjar nih, dulu dayak dijauhi katanya primitif dan apalah katanya gak mau ada yg disebut dayak ..skrng dikalimantan dikit” ngatas namakan dayak parah sudah, banyak ormas menonjolkan kesukuan dayak ..dikit” bawa” dayak aduuuh cape dech, jjr saja yg cerita ini orang dayak asli kepada saya..katanya sekarang itu banyak ngaku apa lagi tuh ormas” ..aslinya dayak gak begitu katanya dayak gak mau ikut” seperti kayak gitu hanya mereka” saja yg selalu bawa” suku dayak..semua orang gak jelas ada dari rampok yg ikut ormas apa lagi dari banjar banyak mantan rampok ,dr halong itu sekampungan rampok semua banjar halong., kalo tak percaya tanya aja ma orang tua dayak” dikaltim bahwasanya banjar itu ngaku” aja dayak dulux dibilang dayak saja gak mau.

    • Lhah kamu sendirikan dayak, malah ngaku orang lain… :p
      di setiap ada forum/blog tentang banjar lho selalu kayak cacing
      kepanasan hina orang banjar sana sini ..wakaka

  2. nah kalau orang banjar mantan rampok tuh beneran, ku juga pernah dengar di daerah kabipaten paser saat banyak hilang motor(musim curanmor/pencurian kendaraan bermotor) taunya gembongnya orang banjar, pas 1 polisi datang mau nangkap tuh gembong(kepala maling motor) eh di bungkam sama kepala rampok tsnt sampai polisi tsbt gemetaran megang senjata, dan hasilnya kepala rampok naik motor dan pergi gitu aja,.

  3. nah kalau tentang orang banjar ada sebagian yg mantan rampok tuh beneran, ku juga pernah dengar di daerah kabupaten paser saat banyak hilang motor(musim curanmor/pencurian kendaraan bermotor) taunya gembongnya orang banjar, pas 1 polisi datang mau nangkap tuh gembong(kepala maling motor) eh di bungkam sama kepala rampok tsnt sampai polisi tsbt gemetaran megang senjata, dan hasilnya kepala rampok naik motor dan pergi gitu aja,. di daerah batu kajang dulu ada penjaga sarang burung walet orang banjar, punya ilmu kebal tapi mati(meninggak dunia) pas rampoknya orang dayak… di tusuk pantatnya meninggal dunia

  4. Para pendatang juga bisa menilai,betapa sombongnya orang paser dan kutai (paser dan kutai ini satu keluarga),paser dan kutai pernah tercampur darah bugis,dan itu sebabnya kutai dan paser suku paling petantang petenteng dan paling sombong setanah kalimantan..Dayak + banjar paling sering bentrok dengan kutai dan paser karena karakter.

    Hoy…dari zaman dahulu kala sampai sekarang banjar dan dayak meratus bersaudara,lihat sendiri diperbatasan kalsel kalteng,dasar paser-kutai jelek kelakuan.

  5. Para pendatang juga bisa menilai,betapa sombongnya orang paser dan kutai (paser dan kutai ini satu keluarga),paser dan kutai pernah tercampur darah bugis,dan itu sebabnya kutai dan paser suku paling petantang petenteng dan paling sombong setanah kalimantan..Dayak + banjar paling sering bentrok dengan kutai dan paser karena karakter.

    Hoy…dari zaman dahulu kala sampai sekarang banjar dan dayak meratus bersaudara,lihat sendiri diperbatasan kalsel kalteng,dasar paser-kutai jelek kelakuan.

    • Ini jusua atmaja yang asli ato bukn, setau sya tuan jusua atmaja tidak berkata sembarangan seperti begini, bahasa Beliau halus bersopan, meneliti setiap perkataan yang akan di ungkapkan, mohon maaf dari Beliau juga selalu di serta kan bila akan membuka katanya saya selalu berutus email dengan Beliau, membaca posting ilmu dari beliau…. Mcm2 juga ulah manusia skrg ini

      • Tuan2 semua, sebaiknya jangan dilanjutkan pertentangan nya, saling beda membeda kan Dan memburukkan satu2 kaum, hakikat nya semua nya sama sahaja tidak ada perbedaan, di sini tempat kita kumpul menimba , saling berbagi untuk kebaikan sesama, sesuatu pertentangan tidak ada titik tamatnya akhirnya apa2 kisah keburukan di masa lalu akan di ketahui umum, yang berlalu biarkan saja berlalu, kita sesama harusnya siap siaga bersedia untuk menghadap masa kedepan demi kelangsungan budaya Dan warisan bangsa kita, dan di sini lah tempatnya untuk kita kumpul Dan saling berbagi akan ilmu2 pengetahuan nya, salam semua nya

  6. suku banjar tidak pernah mempermasalahkan masalah ada hubungan ama dayak.tapi terus terang saat kejadian perang sampit sebetulnya dayak itu udah mundur.makanx sempat diduduki oleh suku madura.namun karena turunnya suku banjar maka bergabunglah dayak disitu.jadi klo mengaku-ngaku itu salah biarlah sejarah yang melihat.

  7. Cuuuiiiih dasar dayak gk tau diri…….udah sok mendunia aja..
    Eh anjing, dari dulu juga orang banjar tidak mau di sebut dayak,,, apalagi sampai ngaku2..
    Kalo soal org hulu mereka ngaku dayak, ya karna mereka emang dayak njing….
    Kalo kalian dayak di bilang primitif,terbelakang, itu memang ‘FAKTA’, cuuuihhh angkuh bener suku2 sial ni, apalagi setelah kejadian sampit…. Terutama anak2 muda dayak sekarang,terlebih lg yg beragama kristen..kek bangsat…. Sombong nya minta ampun…
    #FUCK

    • Biasa wal ai.. dayak tu iri banar ai wan Banjar.. Banjar tu jauh diatas dayak.. dayak tu kada bisa apa2, mun kalah besaing wan suku lain lalu meancam2 ngayau ja.. SDM buhanya tu NOL makanya tanahnya dikuasai pendatang (Jawa, Bugis dll)..sudah prustasi banar buhan dayak tu baik mati ja gin dayak tu, percuma menyupanakan Kalimantan ja.. makanya kalimantan dipandang rendah leh urang luar gara2 dayak tu

  8. Sungguh menggelikan ngeliat tingkah laku suku dayak jaman sekarang ini…

    Selalu nyari nyari pencitraan suku…ckckckk

  9. Perang sampit di kal-teng itu sebenar nya hanyalah oloh ngaju,
    (dayak ngaju) saja yg rusuh dengan “M” cuman di bantu ajah sama suku yg lain, yg ada di kalimantan sini, coba kalo
    ngga, Mungkin ini suku udah di jadiin soto sama “M”, dikandang sendiri ajah udah kocar kacir…xaxaxaa

  10. apaan orang banjar ngaku-ngaku dayak? lho punya cermin kgak?
    lagian apa untung nya bagi kami orang banjar sampai ngaku-ngaku? EMANG NYA
    SIAPA SIH KALIAN SUKU DAYAK? super hero? Batman? jangan berlagak superior nyet..
    ngaca dong !!!!!! bukan nya kalian suku-suku dayak itu sendiri
    yang mengklaim kami “Banjar”sebgai keturunan kalian.bahkan suku
    Meratus pun di klaim sebagai keturunan ngaju oleh tjilik kriput… . ..
    punya otak di pake bung !!!! jangan secongor sumbing
    lho doang kalau ngebacot. .. .

    kalian orang dayak apa yang kalian tahu tentang kami… .? ngak usah berlagak
    dan besar kepala hanya karna tragedi perang sampit.. pengen terlihat heroik ya nyet ?

  11. kata nya banjar itu keturunan dayak-melayu? padahal yg keturunan
    dayak melayu itu adalah bakumpai…

    Banjar ya Banjar
    dayak ya dayak…

    tidak ada campur dayak,bugis
    apalgi jawa disuku kami..

    kami BANJAR adalh orang asli borneo yg menyerap budaya melayu
    bermukim dikal-sel………….

    dan kami bangga dengan suku kami sendiri…kami punya
    budaya,adat…dan bahasa kami sendiri!!!!!!!!!

    ingat.dikalimantan sini tidak hanya ada dayak,masih banyak suku-suku lain
    seperti kutai,berau,melayu sambas dll……

  12. Suku Dayak tu cuma iri dgn Banjar.. karena mereka kada bisa apa2 dibanding Banjar

    Banjar banyak melahirkan intelektual, pemimpin Kalimantan sampai negarawan, menteri, ulama besar, pedagang, pengusaha besar… Dayak cuma bisa lahirin babi, anjing & monyet yg iri dengki..

  13. seharusnya suku dayak itu sadar diri kal-tim ini tanah kutai (BUKAN DAYAK)
    BOHONG BESAR kalau suku dayak di kal-tim sini tidak rasis malahan
    lebih rasisan mereka dari pada pendatang .apalagi pendatang dayak
    dari kal-teng di sini sombong nya ..ehmm apa perlu gw sebutin di-
    sini?, gk usah kayak nya 😀 hehee

    gw asli org kutai tinggal di.jln jakarta(samarinda)

  14. bener itu sebenarnya suku meratus itu orang banjar juga tapi di-
    klaim tjilik kriwut, mungkin karna alasan tertentu seperti ingin mengabur-
    kan sejarah atau ID banjar misalnya .jangan heran asal usul dan sejarah
    kamipun ada saja yg mengait-kaitkan dengan mereka. tujuannya mungkin
    ingin kalimantan/borneo ini hanya ada suku mereka(D) saja sedangkan yg lain
    cuman numpang . . 😀

    santai aja gan .wakak

  15. Umaa nia piragah pananahu nya yg koment…
    Saurang handak jua nah piragah pananahunya 😀 paramisi wal lah.. ky nia:
    Budaya banjar to serapan dari suku2 dayak ma’anyan, meratus, dayak siang, dayak ngaju dll..
    Wan pulang buhan nya ai matan bahari kala kdd suku banjar, cuba ha itihi di buku hikayat banjar, sauting2 kdd ng manyambat suku banjar, malah ng ada di sambat di dalam hikayat to buhan biaju, buhan bakumpai dll.
    Itihi jua patinggi patinggi karajaan banjar, badarah dayak, kdd yg kd badarah dayak tamasuk patih masih ng merupakan katurunan suku ma’anyan + urang sriwijaya.
    Dari namanya haja gin katahuan bahwa patih masih tu urang dayak, karena nama masih tu nama-nama dayak ma’anyan.. cuba itihi ngaran anak raja anyan (raja dri kerajaan nan sarunai) ada si Lua, si mawangi, si masih, dll..
    Intinya buhan nya ai banjar itu lain suku melainkan satu kesatuan sebuah negara
    yg pda waktu itu banama negara banjar yg penduduk nya trdiri dari berbagai suku dayak dan pendatang dari luar..
    Jdi salah gonollll bila buhan sampian mamadahakan banjar tu suku… istilah nama suku banjar sendiri baru muncul pas wayah walanda datang untuk pengkotak2an dan untuk memecah belah wan adu domba..
    Jdi sejatinya banjar itu adalah “Dayak” dri berbagai suku..

    Nama-nama kampung di daerah banjar to banyak dari bahasa suku biaju/ngaju
    Nama-nama kampung di hulu sungai banyak dari bahasa ma’anyan wan maratus.
    Jdi asa kd masuk akal bila banjar tu lain dayak..
    Manganai mangaku atau kada mangaku dayak itu tasarah sampian haja, cuma ada saikit opini dari diaku,,, mengaku suku banjar dan kada mangakui lg sebagai dayak, itu lantaran kasta haja. Di katakan urg banjar berarti urg kota, urg elit, urg-urg yg tinggal di kalangan para bangsawan dan pembesar kerajaan.
    Sedangkan kan di katakan dayak berarti itu urg kampung, urg gunung, dsb… jd hanya masalah babanggaan hj..

    Hagan ng mamadahakn suku dayak tu kdd apa2 nya, harap ba’apik bapandir..
    Tahulah ikam siapa mantan ketua MUI banjar ng banama Almarhum KH. Aswadi syukur LC?? Apa sidin urang dayak siang, bujur sidin bagana d banjar.
    Siapa nah ng tahu Ibnu hajar?? Apa sidin tu katurunan dayak murung + kandangan/suku meratus.
    Siapa ng kada tahu wan Brigjend Hasan basri??? Apa sidin tu masih badarah urang dayak jua dari suku meratus…
    Siapa ng kada tahu wan demang lehman?? Urang dayak jua wal ai, dayak meratus di riam sana..
    Siapa ng kada tahu wan datu hamawang kandangan??? Ap sidin urang dayak jua, dan sidin urg prtama ng masuk islam d kandangn sekaligus jd waliyullah, dangsanak sidin datu balimbur, kapala suku dayak hampatung.
    Banyak ng lain lgi, kd kasambatan ai
    Jd paraya ah mnyambat dayak tu kdd apa2nya..
    Sudah am nah, lapah manulis 😀

    • Kamu salah, menurut suku dayak ”kal-teng” kalau hanya keturunan itu tdk diakui sebagai dayak
      seperti Ibnu Hajar, Hasan Basri. itu hanyalah keturunan mau itu
      enyak ,babeh ,encang ,encing ,engkong nye nyang dayak . itu tdk diakui
      sebagai dayak, jadi apa nyang loh bilang ntu tetaplah org banjar walaupun engkong nye kek nyang dayak
      suku bakumpai dulunya pun mengakui diri sebagai banjar loh. dan loh harus tau bahwa suku meratus
      atau dayak meratus nyang lo kate ntu dikal-teng tdk diakui sebagai dayak oleh penduduk dayak asli setempat… 😀
      org kal-teng, mereka punya pahlawan mereka sendiri contohnya saja tjilik riwot
      dan lain lainnya yg mereka anggap sebgai pahlawan karna dulu mereka berhasil
      memisahkan diri dari kal-sel dengan melancarkan perang grilya itupun ats hasutan org luar 😀
      tau dah bener pahlawan atau kagak nya gw masih ragu, bahkan disalah satu blog gw pernah
      nemuin para misioneris belanda jaman dulu ingin dijadikan pahlawan dikal-teng sana…xixixixi

    • barkhiya@
      Unda batakun mulai wayah apa ‘Dayak’ tu ada ?
      coba nyawa pelajari dulu, ‘Dayak’ tu ada sesudah adanya ‘Banjar’.. ‘Dayak’ tu sambatan urang gasan manyambat penduduk Kalimantan nang ‘Lain Banjar’ wan ‘kada Islam’.. jadi kadusah kesah mengklaim2 Banjar tu ada sesudah dayak…

  16. kalau ada yg bilang budaya banjar serapan dari siang dan ngaju itu hanya orang orang yg salah kaprah
    dan berpikiran sempit, ibarat apel itu warna nya merah maka kesemua apel itu di anggap merah(cara berpikir org bodoh)
    banjar punya identitas dan budaya nya sendiri .benar kalau banjar itu banyak yg keturunan dayak ngaju, siang dll…
    namun bukan berarti asal usul banjar itu dari dayak. sama org dayakpun banyak yg
    keturunan banjar/(masih) contoh nya bakumpai,warukin..dst(bkn karna terpengaruh banjar/masih)
    nama dayak itu sendiri di berikan oleh org2 luar. sedangkan banjar jelas dari kerajaan ”kerajaan banjar” namun
    sebelum wujudnya kerajaan tersebut org banjar itu sdh ada. orang orang di kalimantan dulu penyebutannya itu berdasarkan kampung/tempat tinggal
    atau pemimpin kampung karna org kalimantan tdk mempunyai marga sperti batak contoh : patih masih,patih kuin
    patih belitung,hamandit, dan juga nama sampit dan bakumpai yg berasal dari banjar

  17. Mengenai Nan sarunai/tanjung puri sebenarnya pendiri kerajaan tersebut adalah orang banjar berdarah maanyan(bukan dayak maanyan)
    namun kerajaan tersebut pecah hingga keakhir nya ke madagascar.. bukti bahwa orang banjar sudah ada berabad-abad di borneo
    adalah candi agung di amuntai yg bertuliskan pada abad ke-1, atau mungkin jauh sebelum abad tersebut leluhur orang banjar sdh menempati borneo
    maanyan(kal-teng) saja yg ke PEDE an mengklaim punya kerajaan…xixixi

    yg pasti si riwot(kal-teng) mengklaim suku meratus sebagai keturunan ngaju itu bodoh. die kire kite-kite org kal-sel Nni suku nyang baru lahir ape… Dasar muka rombeng

  18. Mengenai Nan sarunai/tanjung puri sebenarnya pendiri kerajaan tersebut adalah orang banjar berdarah maanyan(bukan dayak maanyan)
    di kerajaan inilah dulunya hidup banjar dan maanyan namun kerajaan tersebut pecah hingga keakhir nya ke madagascar.. bukti bahwa
    orang banjar sudah ada berabad-abad diborneo adalah candi agung diamuntai yg bertuliskan pada abad ke-1, atau
    mungkin saja jauh sebelum abad tersebut leluhur orang banjar sdh menempati borneo
    maanyan(kal-teng) saja yg ke PEDE an mengklaim punya kerajaan…xixixi

    yg pasti si riwot(kal-teng) mengklaim suku meratus sebagai keturunan ngaju itu bodoh. die kire
    kite-kite org kal-sel Nni suku nyang baru lahir ape… Dasar muka rombeng

    • Wallahu a’lam…
      Yg jelas mun di lihat di naskah hikayat banjar, kdd di sebut suku banjar dan suku dayak..
      Terus pulang secara genetik/DNA, banjar dan dayak kd balain.
      Trs mun di lihat dari segi bahasa, bahasa banjar mirip banar wan bahasa dayak kenayatan (kalteng-kalbar), dan dayak kendayan ng ada di brunei situ,,

      Mau dayak atau kada dayak, kdd yg lebih mulia, lebih baik, lebih segalanya kecuali siapa yg mampu menjaga kesjahteraan dan ke damaian.. 🙂
      Wallahu a’lam,, terlepas dari smua itu, yg penting tetap akur demi membangun kalimantan yg jaya..

  19. ada lagi yang lucu, mengenai arti biaju dari tulisan tjilik riwet, yg konon katanya
    bi=dari aju=udik jadi dari udik. padahal kalau arti sebenarnya bi=dari aju= hulu. kelucuan tetangga sebelah
    yg memang suka mengelompokkan suku =D bahkan sekarang ada saja oknum yg dengan sengajanya
    memalsukan hikayat dan sejarah banjar… gkgk

  20. Oeee mambari supan abut disini maslah kalimantan supan kita kaena hilang karakatan kita,, katauhan yang lain klo2 di adu orang,, bujur kami banjar waktu perang sampit sabagian z yang mambantu, karena perang wilayah kalteng,, tapi kami banjar gen banyak nang umpat ,suku kalimantan lain gen banyak turunan karena marasa kami satu katurunan,, perang sambas pun turunan kada malihatakan, mun pemuda kalimantan harusnya bersatu jgn abut, dimaklumi ae klo2 di adu orang kita,, kita orang banjar banyaki basabar z bakalah2 z,, dilihat ditiring ,, jgn sampai tapancing,, kepada admin blog mudah2n bisa menghapus postingan ini,supaya jangan terjadi celamencela sesama kami kalimantan,, mambari supan,,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: