DUA INTI AJARAN SYEKH ABDUL QODIR JAELANY

0
74

Salah satu buku yang sangat bagus untuk dibaca yaitu Buku tersebut berjudul “Di Mana Allah” karya Muhammad Hasan Al-Homshi. Beberapa halaman awalnya sudah hilang, termasuk pengantar, tentang penulis, dan daftar isi. Sehingga saya tidak tahu sedikit pun tentang Muhammad Hasal Al-Homshi. Meskipun begitu, ketika saya membaca buku ini, ternyata bernuansa tasawuf.
Salah satu tokoh yang dihadirkan dalam buku ini adalah Syekh Abdul Qadir al Jailani, seorang tokoh Sufi dan ulama Tasawuf besar asal Jailan, Iran. Beliau merupakan pendiri dan penyebar salah satu tarekat terbesar di dunia, yaitu Tarekat Qodiriyah.
Muhammad Hasan Al-Homshi, sang penulis, cukup banyak memaparkan tentang inti ajaran Syekh Abdul Qadir. Ajaran beliau berangkat dari kegelisahannya melihat umat Islam yang senantiasa melakukan shalat, puasa, dan pergi haji, tapi semakin jauh dari nilai-nilai luhur Islam. Untuk itu, Syekh Abdul Qadir menyimpulkan bahwa permasalahannya berasal dari dalam diri manusia.
Syekh Abdul Qadir juga mengkritik praktik Islam warisan. Bagaimana pun, berislam tidak bisa diperoleh melalui warisan dan simbol-simbol fisik seperti bersarung lengkap dengan baju Koko dan Kopiah. “Beragama Islam artinya memasrahkan dirimu (lahir-bathin) kepada Allah, dan menyerahkan kalbumu semata-mata kepada-Nya,” begitulah sabda Rasulullah yang mengilhami Syekh Abdul Qadir.
Untuk itu, ada 2 hal yang melandasi inti ajaran Tarekah Qadiriyah ini, yaitu:
Berserah diri (lahir-bathin) kepada Allah. Seorang muslim wajib menyerahkan segala hal kepada Allah, mematuhi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
Mengingat dan menghadirkan Allah dalam kalbunya. Caranya, dengan menyebut Asma Allah dalam setiap detak-nafasnya. Bagaimana pun, dzikrullah adalah suatu perbuatan yang mampu menghalau karat lupa kepada Allah, menggerakan keikhlasan jiwa, dan menghadirkan manusia duduk bertafakur sebagai hamba Allah. Hal ini merujuk pada hadist riwayat Ibnu Abid Dunya dari Abdullah bin Umar berikut:
Sebenarnya setiap sesuatu ada pembersihnya, dan bahwa pembersih hati manusia adalah berdzikir, menyebut Asma Allah, dan tiadalah sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah kecuali dzikrullah.
Kedua hal ini, menurut Syekh Abdul Qadir, akan membawa seorang manusia senantiasa bersama Allah. Sehingga segala aktivitasnya pun bernilai ibadah. Lebih lanjut, beliau juga menandaskan bahwa keimanan ini merupakan landasan bagi terwujudnya tatanan sosial yang lebih baik lagi. Lebih jauh, sebuah tatanan negara yang Islami dan memenuhi aspek kebaikan universal.
http://kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com/

1 KOMENTAR

  1. Berserah diri pada Alloh SWT ,… dari awal hingga akhir ,.. tiada pernah sesaatpun tiada ingat akan Alloh SWT ,.. semoga kita semua dijadikan sebagai orang yang tidak lalai…. oleh Alloh SWT ,…
    Salam rahayu ,.. widodo basuki …….

  2. ANA SELAKU GURU BESAR DI PADEPOKAN DAYAK SAKTI MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2013 MASEHI
    YANG MANA DALAM KESEMPATAN KALI INI ANA AKAN BERBAGI PENGETAHUAN TENTANG KHASANAH MISTIK SUPRANATURAL NUSANTARA,DARI SEMENJAK DAHULU KALA HINGGA KINI,TANAH KALIMANTANLAH YANG PALING TERTINGGI TUAH MISTIK SUPRANATURALNYA DIBANDING WILAYAH LAIN DI NUSANTARA INI…URUTANNYA ADALAH SEPERTI INI DARI YANG TERTINGGI HING TERENDAH :
    1. KALIMANTAN
    2. SUMATERA
    3. SULAWESI
    4. JAWA
    5. BALI
    6. NUSA TENGGARA
    7. MALUKU
    8. PAPUA
    9. DST…

    • sungguh . . .aku tidak mau komentar tentang mana yg tinggi, mana yg rendah, atau mana yg lebih tinggi, tentang ke ilmu an nya.
      Aku takut akan menimbulkan fitnah, karena kesempurna an hanya milik Tuhan,,
      sungguh . . . Maaf kan lah aku

  3. Benar saudara ku….memang itulah intisari ajaran Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani QSA.
    btw, utk yang mengaku sebagai Guru Besar Padepokan Dayak Sakti, ingatlah yang mengeluarkan iblis dari surga adalah sifat sombong dan takabur….jadi mudah2an saudaraku tidak meniru sifat yang demikian.!!
    Dan perlu saudaraku ingat juga, bahwa tidak ada kesaktian yang tinggi didunia ini….semuanya hanya bernilai tidak lebih besar dari sebutir debu dihadapan Allah SWT….jadi janganlah saudaraku berlaku seolah2 tersirat makna, bahwa yang saudaraku miliki ilmu lebih tinggi atau lebih baik dari yang lain….berlakulah rendah hati jika memang saudaraku telah mampu menguasai semuanya……salam rahayu..!!!

  4. Saya msh bingung dengan masalah tentang makrifat….
    yg saya tau bnyak org yg tlah mncapai makrifat tp knapa yg syareat ditinggalkan….
    mohon pencerahanya

      • oh gtu kang,,,tp ko bnyak yg sperti itu ya??banyak yg sdh mengenal tuhanNYA(makrifat) tp meninggalkan solat 5 waktu
        kang bisa jelaskan tentang syareat, hakekat,tarekat dan makrifat…
        apakah itu tinkatan dalam beribadah?
        apakah ada ibadah yg lbih wajib dari solat 5waktu tp slain puasa dan haji?
        ada kterangan siapa yg mengenal dirinya pasti ia mengenal tuhannya…mnuru kang ksih jika sudah mengenal dirinya maka selanjutnya lankah apa yg harus dilakukan?
        punten kang bnyak pertanyaaan…
        jika bisa mohon ijin berguru secara online…
        thx

  5. hery sanmisan pada 2 Maret 2013 pada 09:42 jangan sekali kali anda
    mendalami makrifat jika anda
    belum tau syari’atnya.
    @
    Knapa tdk boleh?
    Apa arti nya hak asasi manusia?
    Kalo tdk boleh,,
    Siapa yg mengatur hak asasi?

Tinggalkan Balasan