ILMU PENGLARISAN

0
13

Ilmu Penglarisan warisan leluhur ini bisa diamalkan oleh siapa saja
khususnya para pedagang kecil. (Pedagang kaki lima, pemilik
warung,penjual rokok,bakso keliling,dll ) agar apa dagangannya laris
dapat untung bahkan bisa berkembang,penjual bakso siapa tau bisa jadi
juragan bakso.Namun untuk meraih itu dibutuhkan usaha yang gigih baik
lahir maupun batin,untuk bekal segi batin.
Anda dapat membuat kantong penglaris, dengan tatacara dibawah ini:
Puasa Mutih 7 hari Tapa pati geni 1 malam,siapkan kantong putih dari kain mori putih, dan dalam kantong tersebut anda isi 7 buah bunga kantil,selama pati geni bacakan mantra berkali-kali,setiap jatuh 100x tiup kantong tersebut
sebanyak 7x, lakukan hingga ritual pati geni selesai. Setelah usai
ritual maka kasih penubusan, kantong itu isilah 1 buah koin uang
Rp.100,- lebih utama uang koin lama yang ada gambar gunungannya, maka
setiap akan berangkat jualan baca mantra dan doanya lalu kantongi
kantong penglaris itu yang sudah anda rituali dan tebus. Dan inilah
doanya:
Bismillahirrohmanirrohiim,
“Ajiku Bebakulan,Tak Watek RejekiKu-mantil,Sronoku Kantong Penglaris, Tumeko-o Sandang Panganku,Sih Lulut Kun Katut Dening Aku Kabeh Wong Sabuwono,Wong Sakuto,Wong Sadeso, Gedhe Cilik, Tuwo Anom, Lenang Wadon,Podho Ngrubung, Podho Kesengsem,Nglarisi Dagangaku,Berkah Kersaning Allah Ta’ala”.
Agar lebih meningkat daya penglarisnya,lebih utama ditambahi dengan
bacaan salawat sebagai berikut:
“Bismillahirrohmanirrohim, Allaahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin qad dlaaqat hiilatii adrriknii yaa rasuulallaah.”
Salawat tersebut dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.
Catatan: Bunga kantil yang didalam kantong tersebut gantilah setiap
malam 1 muharam/suro dan uangnya cukup dibersihkan dengan air jeruk
nipis. Semoga ini bermanfaat bagi saudara-saudara yang mau berikhtiyar
membuat piranti penglarisan sendiri.SEMOGA BERMANFAAT,Amien….
by, abi ne frizza

1 KOMENTAR

  1. ILMU AGAMA AKAN BERANSUR-ANSUR HILANG
    Ertinya:
    Daripada Abdullah bin Amr bin ‘ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bahawasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.”
    H.R. Muslim
    Keterangan
    Sekarang ini alim-ulama sudah berkurangan. Satu demi satu pergi meninggalkan kita. Kalau peribahasa Melayu mengatakan, “patah tumbuh, hilang berganti”, peribahasa ini tidak tepat herlaku kepada alim ulama. Mereka patah payah tumbuh dan hilang payah berganti. Sampailah suatu saat nanti permukaan bumi ini akan kosong dari Ulama. Maka pada masa itu sudah tidak bererti lagi kehidupan di dunia ini. Alam penuh dengan kesesatan. Manusia telah kehilangan nilai dan pegangan hidup. Scbenarnya, alim ulamalah yang memberikan makna dan erti pada kehidupan manusia di permukaan bumi ini. Maka apabila telah pupus alim ulama, hilanglah segala sesuatu yang bernilai.
    Di ahir-akhir ini kita telah melihat gejala-gejala yang menunjukkan hampirnya zaman yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi. Di mana bilangan alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang sewajarnya. Pondok-pondok dan sekolah-sekolah agama kurang mendapat perhatian daripada cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengajian-pengajian di bidang urusan keduniaan yang dapat meraih keuntungan harta benda dunia. Ini lah realiti masyarakat kita di hari ini. Oleh itu, perlulah kita memikirkan hal ini dan mencari jalan untuk menyelesaikannya.

  2. Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. Bersabda: ” Apabila umat ku telah membuat lima belas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka iaitu:
    Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.
    Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.
    Zakat dijadikan hutang.
    Suami memperturutkan kehendak isteri.
    Anak derhaka terhadap ibunya,
    Sedangkan ia berbaik-baik dengan kawannya.
    Ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya.
    Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.
    Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.
    Seseorang dimuliakan kerana ditakuti kejahatannya.
    Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.
    Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki).
    Para artis-artis disanjung-sanjung.
    Muzik banyak dimainkan.
    Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).
    Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain”.
    H.R Termizi

  3. Dunia usaha yang semakin ketat dengan persaingan, menuntut pelaku usaha untuk jeli dalam memilih bidang usaha berprospek, tempat strategis, trik jitu berbisnis, dsb. Tapi apakah semua itu cukup? Kita hidup di dunia harus selaras dengan hukum alam. Sudah menjadi kodrat, kalau melanggar akan ada sangsi. Demikian juga dengan kehidupan berbisnis juga harus mengikuti kodrat hukum alam agar pencapaian maksimal dari tujuan bisnis tersebut dapat diraih. Dapatkan sebuah “makna gaib” dengan mahar seikhlasnya. Insya Allah jadi jalan penglarisan usaha Anda. Saya bukan pedagang yg pandai menentukan harga, tapi hanyalah hamba Allah yang akan membantu kesuksesan bisnis Anda. Silahkan kontak lewat email maknagaib@gmail.com untuk keterangan lebih lanjut.

  4. ini mpkn salah satu ikhtiar batin yg di pergunakan dlm suatu usaha perdagangan,tp jg hrs di sertai dgn manajemen usaha yg baik pula,sbb bnyak pula pedagang yg klihatan jualannya laku/laris tp usahanya tdk bs berkembang krn dari segi manajemen usahanya yg tdk tepat,bnyk pemasukan/labanya tp bnyak pula pengeluarannya yg tdk trkontrol,dlm berdoa dan bermunajat kpd Allah swt tdk hrs memakai bahasa arab,sbb Allah swt Maha Mengetahui Segala bahasa umatNYA.Semoga amalan trsbt bs bermanfaat. salam rahayu…

Tinggalkan Balasan