Istiqamah Itu Adalah Karena Karunia Allah

0
69

Jika kamu melihat seorang hamba yang telah ditetapkan Allah untuk menjaga wirid, tapi lama sekali datangnya pertolongan Allah kepadanya, maka janganlah meremehkan. Karena sesungguhnya engkau tidak mengerti tanda-tanda orang yang diberi jalan makrifat dan orang-orang yang dicintai-Nya, maka seandainya tidak ada warid (karunia Allah) tentu tidak… ada wirid (istiqamah dalam menjalankan ibadah tertentu).
 
Jika seseorang telah tekun menjalankan amal ibadah – dilakukan secara kontinu – akan tetapi ia melihat tidak ada tanda-tanda keistimewaan baginya, maka janganlah ia meremehkan. Jangan lalu memandang rendah terhadap orang tersebut. Mungkin ia belum tahu akan tanda-tanda orang makrifat dan orang-orang yang dicintai Allah.
 
Bagi orang yang telah menempuh jalan makrifat, ia tidak butuh keistimewaan. Sesungguhnya ia telah sangat bersyukur kepada Allah, sebab baginya bisa menjalankan wirid (amalan tertentu secara kontinu) merupakan warid (karunia yang sangat besar dari Allah). Dia menyadari secara ikhlas, tanpa adanya warid (karunia) maka ia tak akan mampu menjalankan wirid.
 
Jadi, ‘kenikmatan’ menurut pandangan orang awam, barangkali berbeda dengan ‘kenikmatan’ yang dirasakan oleh orang-orang makrifat. Bagi orang makrifat, pertolongan Allah yang membuatnya mampu menggerakkan dirinya secara kontinu menjalankan wirid, merupakan karunia yang besar. Sebagaimana orang awam, selalu berpendapat bahwa orang yang sudah menduduki tingkat makrifat selalu memiliki keistimewaan. Selalu berbeda dengan orang awam.
 
Keistimewaan yang mana? Sesungguhnya keistimewaan orang makrifat itu tidak menurut pandangan manusia, namun menurut pandangan Allah. Sehingga engkau tidak pernah tahu orang yang mendapat keistimewaan atau tidak. Kalaupun ada orang yang mengaku dirinya sudah makrifat dan mempunyai keistimewaan, misalnya doanya makbul mustajab, bisa meramal nasib, mengaku bisa bertemu dengan roh yang sudah mati atau segala macam bualan, maka hal itu merupakan suatu kebohongan.
 
Diambil dari buku Telaga Makrifat Karya Syaikh Ibnu Atha’illah
sufimuda.wordpress.com
by, NAQS DNA

1 KOMENTAR

  1. @kang tokek…Betul sekali,,,penting jg utk kita ingat,bahwa istiqomah itu adalah hak kehambaan yg dituntut oleh Allah,sedangkan karomah adalah sesuatu yg dianugerahkan oleh Allah,dan jangan sekali-kali kita mencampuri urusan anugerahnya

  2. Tips agar senantiasa dpt menjaga istiqomah…Jangan merasa bisa istiqomah karena usaha kita bisa istiqomah semata karena anugerah Allah yg turun,,jangan menunggu khusyu’ utk istiqomah,,jangan membayangkan munculnya karomah dibalik istiqomah,,dan istiqomah itu jalan lurus menuju Allah “ihdinash-shirothol mustaqim”. Maaf saya tdk bermaksud menggurui tapi sekedar berbagi pengetahuan saja

  3. manusia secara umum, diperbolehkan memohon apa saja kepada allah swt dan allah pasti mengabulkan….apalagi orang yang merasa istiqomah punya izin pula untuk memohon apa saja kepada allah swt……..cuman dengan di kabulkannya permohonan oleh allah nilai tertinggi adalah bagaimana manusia itu menyikapinya….apakah semakin tawadhu kepada allah…atau semakin sombong….{cara menyikapi orang yang merasa istiqomah sangat berbeda dengan cara menyikap bagi manusia biasa} itulah kelebihan bagi orang yang istiqomah. wallahu a’lam

  4. jangan mengatakan kebohongan,.. apakah anda tdk pernah mnemui kebenaran,.. hidup saya nyata itu terjadi,. jadi berhati-hatilah utk mslah mengtakan kebohongan, krn anda jls tdk mengalaminya,. dan saia tdk mngatakan makrifat krn saia hnya mngerti betapa hebatnya istiqomah. Dan apakah anda tdk prnh mndengar kisah nyata seorg laki2 yg tdk putus tahajud ktk ia solat ada yg mngikuti bacaan solatnya dan itu Jin,.(ujian keimanan langsung dr Alloh atas istiqomahnya) kuatkah atau mlh kabur lari.
    dan bukankah mimpi disana ada cahaya Ilahi tapi hnya hamba2 Alloh yg dpt RidhoNYa.. jika bertemu org yg sudah mati d dalam mimpi “saia msh percaya krn nyata dlm hdup saia” tapi jk mlihat langsung blm pernah paling setan yg prnah saia lihat itupun sepintas, dan dlm hdup saia sdh prnah mndengar 2 kali suara Jin itu,. jadi jngan prnah mendoktrin dg kata bualan dan itu kebohongan,. biarlah semua Alloh yg tau,. klo anda tk prcya ya mangga tapi cantumkan diri anda dicatan itu utk mpertanggungjwabkan kata2 kebohongan krn mkna kata ini msh luas maka persempit saja “menurut saia itu hanya kebohongan belaka” dan terserah bagi anda” Waallohua’lam,. penutup yg indah bukan,. jngan mersa pling benar itu tdk boleh,. “afwan n syukron” cuman ana kritisi catatan pling bawah.

Tinggalkan Balasan