Beranda ILMU HIKMAH ZIKIR MAKRIFAT

ZIKIR MAKRIFAT

0
65

Bagaimana cara berdzikir kepada Allah SWT sehingga kita siap untuk bertemu dengan-NYA?
Dzikir adalah sebuah aktivitas yang kaya akan aspek esoteris. Ia adalah bagian laku yang harus ada dalam sebuah perjalanan suluk menempuh jalan ruhani untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Semesta Alam. Dalam prakteknya, berdzikir harus mengikuti aturan-aturan dan adab tertentu sesuai dengan cara yang dituntunkan oleh para guru spiritual sepanjang masa.
Pada kesempatan kali ini, akan dipaparkan adab berzikir dan tata cara zikir dengan harapan agar kita mendapatkan pengetahuan bagaimana berdzikir yang khusyuk agar kita bisa bertemu Allah SWT.
1. Membaca lafaz LA ILAHA ILLA ALLAH. Artinya: Tiada Tuhan selain Allah. Zikir ini disebut zikir NAFI ISBAT. Paling tidak dibaca 100 kali setiap hari terutama dibaca setelah sholat fardhu. Khususnya setelah Maghrib, Isya dan setelah sholat subuh. Lafaz ILLA ALLAH ini disebut Isbat yang artinya pengecualian atas segala sesembahan kecuali hanya Allah SWT.
2. Membaca lafaz ALLAHU. Zikir ini disebut ISMU AL-ASMA, dibaca sebanyak 33 kali sehabis sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.
3. Membaca lafaz zikir HUWA ALLAH. Zikir inilah yang disebut sebagai zikir GHAIB AL ISMI. Zikir ini dibaca setiap hari sebanyak 33 kali, setelah sholat fardhu, terutama setelah sholat Isya.
4. Membaca zikir HUWA, HUWA. Zikir ini disebut sebagai zikir GHAIB AL GHAIB. Zikir ini dibaca sebanyak 34 kali setelah sholat fardhu, sehingga jumlahnya (total item 2,3,4) sebanyak 100 kali.
Adapun gerakan dalam melafazkan zikir NAFI ISBAT tersebut haruslah mengikuti aturan sebagai berikut:
1. Ketika membaca lafaz LA, maka dengan gerakan kepala, lafaz LA tersebut dimulai dari bahu kiri menuju ke bawah ke arah perut, kemudian diputarkan mengelilingi tali pusat lalu diteruskan ke arah atas menuju bahu kanan;
2. Pada waktu berada di bahu kanan itulah lafaz ILAHA diucapan sambil kepalanya dimiringkan ke arah belikat kanannya;
3. Sambil kepala ditekan ke arah hati sanubarinya, lafaz ILA ALLAH diucapkan dengan penekanan pada sudut kiri bawah dada.
TIGA TAHAP BERDZIKIR
Ada tiga tahap adab berdzikir. Pertama, ada lima perkara sebelum berdzikir. Kedua, dua belas perkara pada saat mengerjakan zikir dan ketiga, ada tiga perkara setelah berdzikir.
Lima perkara yang harus dilakukan sebelum berdzikir adalah sebagai berikut:
1. Bertaubat kepada Allah SWT
2. Mandi atau mengambil air wudhu
3. Diam sambil mengkonsentrasikan diri pada zikir dengan mengikhlaskan hati sebelum berdzikir
4. Hatinya meminta tolong kepada para wali-wali Allah
5. Hatinya meminta tolong kepada Nabi Muhammad SAW
Sedangkan dua belas perkara saat berzikir adalah sebagaoi berikut:
1. Duduk bersila di tempat yang suci
2. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha
3. Membuat bau harum di tempat zikir
4. Memakai pakaian yang halal dan pakai wangi-wangian
5. Pilih tempat yang tenang dan sunyi
6. Pejamkan mata
7. Bayangkan wajah wali Allah di antara kedua mata agak maju ke depan
8. Tetap istiqomah baik dalam keadaan ada orang maupun sepi
9. Tulus ikhlas hatinya saat berdzikir
10. Dzikir utama adalah LA ILAHA ILLA ALLAH
11. Berusaha menghadirkan ALLAH SWT dalam setiap mengucapkan dzikir LA ILAHA ILLA ALLAH
12. Meniadakan wujud lain selain Allah.
Sedangkan tiga macam adab lainnya setelah selesai berdzikir adalah:
1. Diam sejenak sesaat setelah usai melakukan dzikir dan tetap diam di tempat
2. Mengatur dan mengembalikan nafas seperti semula
3. Menahan diri untuk minum air
Sangat dianjurkan untuk melakukan pemutihan diri dari semua amalan negatif sebelum menjalankan ritual dzikir. Caranya adalah menjalankan PUASA selama 7 hari. Usai menjalankan puasa baru kemudian menjalankan amalan zikir rutin. Bagi para pejalan spiritual yang ingin lebih mendalami laku suluknya, maka disarankan untuk melakukan dzikir dengan cara:
1. BERTAPA (Uzlah). Ini adalah syarat agar laku suluk kita semakin bagus. Uzlah adalah mengasingkan diri untuk sementara waktu dari keramaian dan dari pergaulan sehari-hari. Ini biasa dilakukan oleh murid-murid tarekat di masa silam. Bila anda berkesempatan untuk uzlah, silahkan pergi ke gunung atau hutan dan carilah sebuah gua. Siapkan bekal makan dan minum yang cukup untuk sekian lama Anda inginkan. Pedoman selesainya uzlah adalah KEMANTAPAN HATI setelah bertemu dengan apa yang dicari. Namun kini, uzlah dianggap terlalu berat sehingga sebagai penggantinya adalah menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan maksiyat dan terlarang syariat.
2. NGAWULO (Mengabdi). Mengabdi pada “sang guru” selama berbulan-bulan atau mungkin juga hingga bertahun-tahun. Dalam konteks sekarang, cukup kita mengabdi kepada instruksi-instruksi yang diyakini benar dan tawadhu’ (merendahkan diri) untuk tidak mengaku dirinya paling benar dibanding diri yang lain.
3. AMAL SHOLDAQOH. Mengadakan amal shodaqoh dan infaq sesuai dengan kemampuan. Ini sebuah bentuk pengorbanan dan kerelaan melepaskan apa yang dimiliki karena sesungguhnya kita hakekatnya tidak memiliki apa-apa. Hanya DIA yang Maha Memiliki.
Dalam keadaan bersih lahir batin dan untuk sementara mengosongkan diri dari pengaruh duniawi itulah kita menghadap Sang Khalik Yang Maha Suci. Saat bersuluk ini, kita diharapkan untuk selalu menjauhi pikiran kotor dan suci dari batin yang penuh prasangka negatif (suudzon) dan menggantinya dengan prasangka baik (husnudzan) kepada Allah dan kita yakin bahwa hanya DIA-lah sebaik-baiknya tempat bergantung. HASBUNA ALLAH WA NI’MAL WAKIL, NI’MAL MAULA WA NI’MA N-NASIR (Cukuplah Allah sebagai tempat bersandar bagi kami dan Dialah tempat memohon pertolongan manusia).
Apa yang akan terjadi bila kita sudah melengkapi laku suluk mulai Dzikir dan Uzlah secara lengkap? Silahkan ditunggu kejadian-kejadian gaib luar biasa yang akan merubah hidup Anda selamanya. Salam.

TIDAK ADA KOMENTAR

  1. Assalamualaikum.
    7. Bayangkan wajah wali Allah di
    antara kedua mata agak maju ke
    depan
    12. Meniadakan wujud lain selain
    Allah.
    ???
    ni ada lagi.. >_<
    PENGERTIAN RABITHAH DALAM
    BERIBADAH
    Rabithah adalah mengaitkan
    perjalanan ruhaniyah dengan
    Mursyid atau Guru yang
    membimbing anda. Rabithah
    biasanya menjadi tradisi para sufi
    ketika awal menempuh perjalanan
    ibadah menuju kepada Allah Swt,
    bisa melalui Tawassul ketika
    berdo'a, atau menghadiahkan
    sesuatu bacaan ayat – ayat Qur'an
    kepada mereka, umpamanya Surah
    Fatiha, namun cara berRabithah juga
    ada aturannya sesuai dengan
    petunjuk syari'at, dalam
    pelaksanaan Rabithah, seorang
    murid hendaknya tidak membayang
    – bayangkan wajah atau gambar
    (foto) sang Guru atau sang Mursyid.
    tapi orientasinya hanya kepada
    Wajhullah (wajah) Allah Swt saja.
    Sebagaimana dalam Al-Qur’an
    disebutkan, "Pa'ainama tawwallu
    passama wajhullah", Artinya :
    “Kemana pun engkau menghadap,
    di sanalah Wajah Allah Swt”.
    Bukan dalam pengertiannya adalah
    wajah makhluk Allah Swt, wajah
    guru ataupun mursyid, karena hal ini
    sama dengan syirik, jika sang murid
    terbiasa dengan hal ini, sama saja
    dengan menanamkan bibit syirik
    khafi (tersembunyi/halus) dalam
    hati seorang hamba/murid,
    memusingkan??
    *_*

  2. ki dead man kapan postingan penerimaan konsultasi oleh si afi corey alias mengaku magelung sakti palsu dihapus!!! karena si alfi corey penipu kagak ada ilmunya
    lihat muka si alfi coreng/ sialfi corey/ si penjilat/si penipu tidak sedap di pandang mata

  3. kepunyaan allah apa yang dilangit dan apa yang dibumi.
    Semua memuji dan mengesakan allah dengan bhasa mereka sendri2.
    Dialah yang menciptakan kamu dan membaguskan rupamu sedikit sekali kalian mengambil pelajaran.
    Ilmu allah meliputi segala sesuatu baik yg engkau ketahui maupun yg tdak engkau ketahui.
    siapa yg mengabulkan doa ketika berdoa?
    Adakah yg sma dg dya?
    Dialah allah yg menghidupkan kamu dan pasti mematikan kamu.dia tidak membutuhkan makhluk tp makluk lah yg butuh padanya.katakanlah dialah yg ahad dia tdak sm dg sesuatu dia tidak beranak dan tidak beribu.dy brsmamu dmnapun kamu brada.dy menciptakan bumi dalam 6masa dan brsmayam diatas arsy.maha suci engkau ya allah lg maha agung.

  4. jangan coba2 ingin melihat wujud Allah. Malihat ciptaannya yg paling kecil aja, yaitu bom nuklir, pelepasan energi saat inti atom digabung atau dipisah, kita langsung jadi debu. Subhanallah.

  5. semua ini karut marut dlm islam…apa yg sobat paparkan di atas hasil drp manusia yg jahil tentang Allah. tidakkah pernah sobat terfikir bahawa keseluruhan zikir yg dianjurkan oleh golongan salik, suluk, tarikat dan lain lagi itu semata-mata zikir yg terhasil selepas Muhamad berada pd landasan kenabian atau setelah Muhamad menjadi nabi Allah.
    Berapa ramai di kalangan sobat yg cuba bertanya, bagaimanakah zikir Muhamad sebelum baginda menjadi nabi? apakah Muhamad dianggap tidak pernah berzikir sebelum menjadi nabi? Dengan zikir apakah sehingga Muhamad dibuka hijab ghaibnya sampai datang pertunjuk kebenaran drp Tuhan Allah?.[disebut hidayah dri Allah].
    keseluruhan zikir yg diamalkan umat Islam dan juga golongan sufi adalah zikir yg telah lahir bersama syari’at nabi. Setelah Muhamad kenal Tuhan Allah barulah lahir berbagai-bagai zikir yg sobat amalkan itu. Sampai bila sobat mahu beramal dgn cara zikir begini? Bila masa lagi sobat mahu berusaha mencari zikir yg menyebabkan Muhamad dapat mengenali Tuhan Allah?..lantas lahirnya syari’at yg sobat amalkan selama ini…fikir-fikirlah sobat yer..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: