Kontroversi Dialog dengan Roh

0
28

Kontrovesi tentang bisa tidaknya orang hidup berdialog dengan atau berkomunikasi dengan orang mati, telah menjadi perdebatan panjang yang nyaris tidak ada habisnya. Tidak hanya antara orang religius dengan orang sekuler saja. Para ulama sendiri, juga memiliki pandangan yang berbeda tentang pandangan hal tersebut.
Ulama hadis mempunyai anggapan mempunyai anggapan bahwa orang hidup tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah mati. Tetapi ulama sufi menyatakan sebaliknya bahwa orang hidup itu bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal dunia. Termasuk bertemu dengan nabi Muhammad SAW, para auliya, para wali atau orang tua yang sudah meningga dunia.
Dan itu tentunya hanya bisa dilakukan oleh manusia yang beriman dan bertaqwa serta mendapatkan petunjuk dari Allah. Banyak dasar yang digunakan ulama sufi, sehingga mereka menyatakan kalau orang hidup bisa berdialog dengan orang yang sudah meninggal.
Salah satunya adalah ayat al-Quran pada surat Ali-Imron: 169: yang artinya, “ ….dan janganlah kamu mengira orang yang meninggal dijalan Allah ( fisabillilah suhada) itu mati. Mereka adalah hidup dan mendapatkan rejeki (kenikmatan dialam lain) disisi Allah dan hanya Allah yang mengetahui alam lain itu.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ barang siapa yang melihatku diwaktu tidur maka sungguh melihatku, barang siapa melihatku disaat tidur maka sungguh-sungguh melihatku, sesengguhnya setan tidak bisa menyerupaiku ”.
Untuk bertemu dengan ruh orang yang meninggal dunia, petunjuk dan ijin dari Allah adalah hal yang utama, karena ruh adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
Oleh karena itulah salah satu cara agar bisa mengetahui dan berdialog dengan ruh adalah dengan jalan tarekat. Karena setiap tarekat itu mengajarkan makrifatullah. Setiap makrrifatullah yang sudah matang, akan mengetahui hakekat Allah dan itu menjadi rahasia Allah.
Sebetulnya ruh yang dapat dijumpai tidak hanya ruhnya orang yang sudah meninggal saja. Ruh orang-orang yang belum lahir sekalipun sesungguhnya banyak pula dijumpai. Apabila ruhnya orang yang masih hidup akan lebih muida dijumpai. Dan semua ini hanya bisa dilakukan oleh ulama-ulama ahli sufi yang memiliki kedekatan dengan Allah.
Banyak bukti, yang menjadi landasan ulama sufi unutk menjelaskan bahwa dialog dengan ruh dapat dilakukan oleh manusia. Kisah perjalanan isra dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW, yang bertemu para nabi di langit adalah sebagai bukti kebenaran itu. Bahkan orang dengan derajat yang jauh dibawah nabi juga banyak mengisahkan cerita tentang adanya dialog dengan orang yang telah meninggal dunia.
Salah satunya adalah yang dikisahkan oleh Haji Juri. Seorang tokoh agama di Desa geritayu, Kabupaten Pati. Dia mengetahui tentang derajat kewalian ayahnya, KH Mochtar, setelah diberi tahu oleh KH Hambali, seorang pengasuh pondok pesantren terkenal di Caruban Lasem.
Haji Juri sebetulnya tidak pernah menganggap bapaknya itu termasuk yang dikasihani oleh Allah. Rahasia itu terbongkar setelah tanpa sengaja ia bertemu dengan KH Hambali, yang datang ke Desa garit. Kyai Hambali itu bisa menceritakan seluruh kebaikan dan sifat-sifat KH Mochtar. Bahkan bentuk fisiknya juga paham betul. Meskipun KH Hambali sendiri tidak pernah kenal dan berjumpa secara fisik dengan KH Mochtar.
Itu karena KH Hambali adalah ulama yang diberi ijin oleh Allah untuk dapat berkomunikasi dengan kekasih Allah yang menurut sebagian orang telah mati. Dia memiliki kemampuan berdialog langsung dengan orang yang dikehendaki.
Menurut ajaran sufi, bertemu dengan ruh bisa melalui berbagai cara. Baik itu pandangan bathin, mimpi, atau melalui perasaan. Bahkan bertemu secara kasat mata dan berdialog langsung juga bisa. Banyak hadist yang menyatakan kalau ruh orang yang meninggal itu tidak mati. Apalgi yang digolongkan syuhada .
Orang yang telah meninggal dunia berada di suatu tempat, antara dunia dan akhirat. Yang akan masuk surga, dekat dengan surga. Demikian pula yang akan masuk ke neraka, dekat sekali dengan neraka sehingga mereka merasakan siksaan Allah di alam barzah.
Banyaknya hal yang menjadikan seseorang yang disiksa di alam kubur, menjadikan ulama sufi menganjurkan kita yang masih hidup membuat kebajikan terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu.
Mengikhlaskan doa sejak mengkafani, memandikan, menshalatkan, serta menguburkan, hingga mentahlilkan sangat dianjurkan. Itu karena orang yang telah mati bisa mengambil manfaat dari doa itu, khususnya doa anak yang soleh. Demikian menurut ulama sufi.
Untuk bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia, para sufi selalu menggunakan apa yang disebut dengan nama ”jalur malakut”. Karena jalur malaikatlah yang diridhoi Allah. Meskipun begitu, adakalanya orang juga mampu berkomunikasi dengan ruh tanpa jalur malakut. Mereka itu menggunakan jalur jin atau syetan sehingga kita sulit apakah betul-betul ruh manusia atau hanya tipu daya Jin dan Syetan.
Lain kalau menggunakan jalur malaikat, karena malaikat tidak berani menipu. Karena mereka adalah makhluk Allah yang paling taat. Berbagai cara dilakukan orang untuk bisa bertemu dengan ruh. Meskipun kita bisa bertemu dengan ruh dengan berbagai jalur yang dikehendaki, namun kebanyakan orang bertemu dengan ruh karena mimpi. Untuk bermimpi dengan ruh orang yang sudah meninngal dunia alama sufi menggunakan amalan-amalan doa tertentu.

1 KOMENTAR

  1. Alluhu a’lam… semoga semua yang mencintai kesholehan dihadapan Alloh, juga yang mencintai orang2 sholeh dengan segala petunjuk dan kebodhohan yang dimiliki… senantiasa mendapatkan Rohmat dan Hidayah dari Gosti Alloh Subhanahu wata’ala… Amin..
    Assalaamu’alaikum kang Muhammad Zainudin (11 feb 2011, 13.08)

  2. Allohu a’lam… semoga semua yang mencintai kesholehan dihadapan Alloh, juga yang mencintai orang2 sholeh dengan segala petunjuk dan kebodhohan yang dimiliki… senantiasa mendapatkan Rohmat dan Hidayah dari Gosti Alloh Subhanahu wata’ala… Amin..
    Assalaamu’alaikum kang Muhammad Zainudin (11 feb 2011, 13.08)

  3. Assalaamu’alaikum…
    Astaghfirullohal’dhiim… bukankah kita saudara mbak yanti…?, bukankah kita nanti masuk surga atau masuk neraka itu hak dan wewenang Alloh mbak yanti…? bukankah bahkan amal kitapun tidak mampu memasukkan kita ke surga…? bukankah kita diberi satu nikmat mata oleh Alloh saja, kalau kita bandingkan dengan ibadah kita seumur hiduppun belum mampu mengimbangi besarnya nikmat dari Alloh tersebut…? bukankah kita bisa masuk surga nanti hanya karena ridlo dan fadlol Alloh semata mbak yanti…? sy org bodoh mbak yanti… sy hannya memohon…Allohu a’lam.
    tp nggak apa…, mbak yanti nggak tau saya aja kok… bukankah dunia maya itu tdk bisa dipercaya…? namanya aja maya…
    iya kan…?
    Assalamu’alaikum…

  4. ibu saya baru meninggal hari minggu kemarin tgl.4 December 2011, mata saya masih bengkak, kadang saya lari kemobil terus jalan2 sambil manggil2 ibu saya ingat kalau dia selalu angkat telephon dan mengatakan kamu itu sambil menyebut nama saya, sekarang sudah tidak akan terdengar suara itu lagi aduh sedih sekali saya…. masih menangis terus. Benar teringat masa2 saya pernah menolak dia mengatakan tidak mau atau pun tak usah saya merasa sangat berdosa… Ya Tuhanku ampunilah dosa ibuku dan ma’afkanlah aku oh ibuku yg sangat kucinta, aku tak pernah merasa sedih dan menangis seperti ini. Karena aku juga jauh dari ibuku tapi aku selalu bertelephon hampir setiap hari untuk membunuh rindu dari kejauhan, Tapi sekarang aku hanya bisa menghubungi dia dengan do’aku agar Tuhan Allah sub. dapat mendengarkan doaku. Agar dilapangkan kuburnya dan ditempatkan dia ditempat yg paling mulia disisi Allah subhanahuwata’ala.
    Aku sangat merindukan ibuku walaupun baru 3 hari yg lalu.Saya ingin sekali bertemu dengan roh ibu saya tolong ajarkan saya do’a2nya melalui email saya, terima kasih banyak sebelumnya.
    wassalam
    Hallie

Tinggalkan Balasan