Home / BUKTI BAHWA KEMATIAN ITU TIDAK BISA DITUNDA / Bukti Bahwa Kematian Tidak Bisa di Tunda

Bukti Bahwa Kematian Tidak Bisa di Tunda

Kisah ustadz ini Mengispirasi saya untuk terus Berbaik sangka thd Rahmat Alloh dan ketentuannya (qodha), dlm segala hal termasuk dari Pengalaman saya melihat Orang tua di rawat Di RS.

Allah berfirman :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu’ah:8].

Kejadian ini baru saja terjadi pada kakak dari Baby Siter saya.

Pak Herman anggaplah demikian namanya, berencana untuk pergi ke Mamuju untuk suatu keperluan dan ditemani oleh 2 orang tetangganya. Menjelang keberangkatan tiba-tiba saja anak pak Herman, anggap saja namanya Nina berumur 12 tahun, ingin ikut, padahal sebelumnya tidak ada keinginan dari Nina untuk ikut orang tuanya.

Karena Nina terus mendesak ingin ikut, akhirnya pak Herman mengajak serta anaknya ikut dalam perjalanan tersebut. Mereka menumpang Bus yang menuju ke Mamuju. Nina duduk persis dibelakang sopir. Dan Pak Herman duduk pada kursi nomer dua persis di belakang Nina. Entah kenapa pak Herman merasa kepanasan. Akhirnya dia pindah tempat duduk mundur kebelakang ke barisan bangku nomer 6 dari depan.

Karena jalan lurus Bus melaju dengan kencang, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul Truck dengan kecepatan tinggi pula. Akhirnya tabrakan tak terhindarkan lagi, dan bagian depan bus hancur berantakan.

Nina terluka parah dan tak sadarkan diri, sementara pak Herman hanya luka ringan, karena bus bagian tengah tidak begitu terkena hantaman keras akibat tabrakan tersebut.

Mereka berusaha menyelamatkan Nina dengan membawanya ke Rumah Sakit di Mamaju. Namun pendarahan di otak sudah parah dan pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya pada pukul 3 dini hari Nina menghembuskan nafas terakhirnya.

Disini terlihahtlah jelas bagaimana skenario Allah dalam mengatur kematian hambanya. Nina yang tadinya tidak ingin ikut serta, tiba-tiba saja menjelang keberagkatan orangtuanya memaksa ingin ikut. Dan pak Herman yang jelas-jelas duduk pada posisi bangku nomer 2 yang apabila tetap disana dia akan mengalami nasib yang sama dengan anaknya. Namun karena umurnya belumlah sampai, Allah menggerakan hati pak Herman untuk pindah.

Dan benarlah Firman Allah :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…….” [An-Nisa:78]

by, ayutiawati notokusumo

About kampus samudra ilmu hikmah

7 comments

  1. Assalamu’alaikum wr.wb…saya bersyukur mendapat email dari Lansiran Google – Ayutiawati Notokusumo

    From:
    Google Alerts

    View Contact
    To: bambang.wahyudiono@yahoo.com
    Web 1 hasil baru untuk Ayutiawati Notokusumo

    2011 Januari 12 « Kampus samudra ilmu hikmah
    [An-Nisa:78]. by, ayutiawati notokusumo. Ditulis dalam Bukti Bahwa Kematian Tidak Bisa di Tunda | Tinggalkan sebuah komentar » …
    kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com/2011/01/12/

    Lansiran Google ketika muncul ini dipersembahkan oleh Google.

    Saya sebagai teman/sahabat Ayutiawati yang tetap tegar dan sabar sedang menghadapi ujian dan cobaan dari ALLAH SWT atas kondisi dirawatnya Ayahnya dan juga Tunangannya di rumah sakit selama ini, membaca tulisan Ayutiawati..Saya dan demikian juga teman-2 Insya Allah tidak lalai untuk terus melaksanakan shalat tahajjud untuk mendoakan Ayutiawati dan seluruh keluarganya agar diberi kekuatan & kesabaran serta Ayah & Tunangannya diberi limpahan rahmat, hidayah, kasih sayang dan pertolongan yang paling optimum oleh ALLAH SWT. Amiin YRA. Wassalamu’alaikum wr.wb.

  2. absen siang2..
    Kematian Adalah Sebuah Takdir Yang Tak Bisa Di Elakkan…

  3. Aji bayu sengkelat gak punya aji

    Pencerahan yg sgt bermanfaat…maturnuwun kang..

  4. saya juga ikut turut bersedih atas musibah yang menimpah ayah dan tunangan mbak sukma rahayu

  5. hehehehe..
    maaf ya ga sempay baca kapan artikelnya di rilis. 😀

  6. heheheheh siapa bilang,,, kematian memamg tidak bisa di elakkan tapi bisa di tunda …..terjadi pada kakek saya sendiri…..waktu sakit keraz kakek saya kritis semua udah kumpul anak maupun cucunya ,,, karena keadaan kritis keluarga tidak tega melihat penderitaanya ,,,diadakan yasinan,,,, tapi tetep aja ga merubah keadaan,,,, dan kakek saya yg sakit bilang untuk menjemput adik laki2nya yg katanya membawa kuncinya,, selang sehari datanglah adiknya kakekaek saya .. truz di tanya iklaz apa gak kalau kakek pergi,,, setelah dirasa semua keluarga setuju ada sesuatu bisikan dari adiknya kakek saya ke telinga kakek saya ,,,,setelah itu kakek saya benar2 meninggalkan kmi semua,,,,, jadi saya berkesimpulan kematian tetap dapat di tunda dengan IzinNya…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: