Home / SEPULUH SEBAB DOA TIDAK DIPERKENANKAN ALLAH SWT / Sepuluh sebab doa seseorang tidak diperkenankan Allah menurut butir-butir hikmah Ibrahim bin Adham

Sepuluh sebab doa seseorang tidak diperkenankan Allah menurut butir-butir hikmah Ibrahim bin Adham

Ibrahim Bin Adham memberikan jawaban sebab-sebabnya doa atau permintaan kita tidak diterima ada 10 macam, iaitu:

Yang pertama : Kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-haknya. Hak Allah swt yang paling utama ialah untuk disembah. Setiap orang wajib mensyukuri nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya dengan jalan menyembahnya dengan sebenar-benar erti ibadah.Bagaimanakah Tuhan akan memperkenankan doa seseorang hamba kalau Tuhan mengatakan supaya dia berjalan ke kanan tapi masih ditempuhnya jalan ke kiri.

Kedua : Kamu tidak mengamalkan isi al-Quran. Kamu senantiasa membaca al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya. Kitab Suci al-Quran senantiasa dibaca, dilagukan dengan bermacam-macam lagu tetapi isinya tidak dipelajari dan dihayati. Kalau pun ada satu dua ayat yang dapat difahamkan tidak pula diamalkan bahkan kadang-kadang sengaja dilanggar.

Ketiga : Kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah saw. Kamu selalu berucap cinta kepada Rasulullah saw tapi kamu tinggalkan sunnahnya. Rasulullah saw menunjukkan jalan yang lurus tapi tidak sedikit manusia yang memilih jalan yang bengkok. Kadang-kadang ada juga yang katanya mengikuti Sunnah Rasul tapi apa yang dikerjakannya itu bertentangan dengan apa yang dilakukan atau digariskan oleh Rasulullah saw, masih lagi mengikuti perkara-perkara khurafat yang bukan dari al-Quran atau as-Sunnah yang sahih.

Keempat : Kamu patuh kepada syaitan. Kamu sentiasa menyatakan bermusuh dengan syaitan tapi kamu patuhi dia. Syaitan itu adalah musuh manusia yang selalu berusaha menjatuhkan anak Adam ke lembah kehinaan dengan jalan mempengarohi nafsu manusia yang jelik. Dalam pergaulan hidup sehari-hari kebanyakkan manusia berlutut kepada syaitan dengan memperturutkan hawa nafsu yang buruk. Seharusnya manusialah yang menguasai nafsunya dan dengan sikapnya itu dia akan berjaya mengalahkan godaan syaitan.

Kelima : Kamu menerjunkan diri sendiri ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu limparkan dirimu sendiri ke dalamnya. Iaitu kebanyakkan manusia ingin memasuki pintu kebahagiaan tapi sebaliknya dia sendiri seolah-olah mengunci pintu itu. Dia tidak mahu mengerjakan kebajikan tapi selalu bergelumang dengan perbuatan dosa dan maksiat.

Keenam : Ingin masuk Syurga tapi tidak beramal. Iaitu kamu berdoa untuk masuk Syurga tapi kamu sendiri tidak beramal untuknya.

Ketujuh : Sedar akan mati tapi tidak bersiap-siap untuk menghadapinya. Kamu mengatakan bahawa kematian itu pasti datang tapi tidak pula mempersiapkan diri menghadapinya. Kamu mengakui dan insaf bahawa hidup di dunia ini hanya sementara sahaja sedangkan hidup yang abadi ialah di akhirat kelak, namun demikian kamu tidak mengerjakan amal saleh yang akan menjadi anak kunci membuka pintu kehidupan yang abadi itu.

Kelapan : Kamu melihat cacat orang lain, cacat sendiri tidak nampak. Kamu sibuk memikirkan dan mengurus aib saudara-sudaramu, tapi kamu tidak melihat aib kamu sendiri . Orang yang demikian selalu menuding jari kepada orang lain tapi amat jarang menghadapkan telunjuknya ke dadanya sendiri. ( melihat orang lain untuk introspeksi mungkin boleh )

Kesembilan : Kamu mengecap nikmat tetapi tidak bersyukur. Kamu makan nikmat Ilahi tapi kamu tidak bersyukur atas kurnia itu. Sejak kecil manusia menikmati nikmat Ilahi dan beratus-ratus kurniaan yang lainnya tapi tidak berterima kasih, malah kadang-kadang membangkang menunjukkan sikap bongkak dan lupa daratan.

Kesepuluh : Kamu menguburkan jenazah tapi tidak menginsafkan diri. Kamu turut menguburkan orang yang mati tapi kamu sendiri tidak mengambil iktibar dari peristiwa itu. Iaitu kalau ada orang yang meninggal dunia kamu selalu tidak ketinggalan turut menghantar jenazah itu sampai ke kubur, tapi malang sekali jarang kamu mengambil pelajaran dari kejadian itu, bahawa apabila hari ini kita turut menghantar orang ke kubur, mungkin esok lusa kita sendiri akan dihantar orang.

Demikianlah sepuluh sebab doa seseorang tidak diperkenankan Allah menurut butir-butir hikmah Ibrahim bin Adham.

About kampus samudra ilmu hikmah

3 comments

  1. Munanjat Para Pensyukur Nikman
    bismillahirrohmanirrohim
    1Allah,Tuhan ku
    Runtunan karunia-Mu telah melangkahkan aku untuk benar-benar bersyukur
    pada-Mu.Limpahan anugrah-Mu telah melemahkan aku untuk menghitumg pujian atas-Mu Iringan ganjaran-Mu telah menyibukkan aku untuk menyebut kemuliaan-Mu,rangkaian bantuan-Mu telah melalaikan aku untuk memperbanyak pujaan pada-Mu inilah tempat orang yang mengakui limpahan nikmat tetapi membalasnya tanpa terima kasih yang menyaksikankelalaian dan kealpaan dirinya Padahal Engkau Maha kasih dan Maha sayang Maha baikdan Maha Pemurah yang tak kan mengecewahkan pencari-Nya yang tak kan menolakkan dari sisi-Nya pendamba-Nya
    Di halaman-Mu singgah kafilah pengharap Diserambi-Mu berhenti dambaan para pencari karunia Janganlah membalas harapan kami dengan kekecewaan dan keputusasaan Janganlah menutup dengan jubah keprihatinan dan keraguan
    2Ilahi
    Besar nikmat-mu mengecilkan rasa syukurku
    Memudar-di samping limpahan anugrah-Mu-puji dan sanjungku
    Karunia-Muyang berupa cahaya iman menutupku dengan pakaian kebesaran
    Curahan anugrah-Mu membungkusku dengan busana kemuliaan
    Pemberian-Mu merangkaikan padaku kalung nan tak terpecahkan dan melingkari leherku dengan untaian yang tak teruraikan Anugrah-MU takterhingga sehingga keluh lidahku menyebutkannya
    Karunia-Mu tak berbilang sehingga lumpuh akalku memahaminya apalah lagi menentukan luasnya
    Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-Mu karena rasa syukurku pada-Mu memerlukan syukur lagi
    Setiap kali aku dapat mengucapkan:Bagi-Nu pujian saat itu juga aku terdorong mengucapkan:Bagi-Mu pujian
    3.Ilahi
    Sebagaimana Engkau makmurkan kamidengan Karunia-Mu dan memelihara kami dengan pemberian-Mu
    Sempurnahkan bagi kami limpahan nikmat-Mu
    Tolakkan dari kami kejelekan azab-Mu
    Berikan bagi kami-di dunia dan di akhirat yang paling tinggi dan paling mulia lambat atau segera
    Bagi-Mu pujian-atas keindahan ujian-MU(Bagi-Mu)pujian yang selaras dengan rido-Mu yang sepadan dengan kebesaran kebajikan-Mu
    Wahai Yang Maha Agung Wahai Yang Maha Pemurah Dengan rahmat-Mu
    Wahai Yang Paling Pengasih dari segalah yang mengasihi
    Ya Arhmar Rahimin

  2. Subhaanallaah, yaa ALLAH ampunilah dosa2 hamba yang hina ini. LAA ILAAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADDHOOLIMIIN

  3. nah itulah penyakit manusia modern/zaman sekarang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: