Home / MERAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI 2 / Meraih Kebahagiaan Hakiki (2)

Meraih Kebahagiaan Hakiki (2)

Orang yang beriman kepada Allah dan mewujudkan keimanannya tersebut dalam amal mereka adalah orang yang bahagia di dalam hidup. Merekalah yang apabila mendapatkan ujian hidup merasa bahagia dengannya karena mengetahui bahwa semuanya datang dari Allah Subhanahu Wata’ala dan di belakang kejadian ini ada hikmah-hikmah yang belum terbetik pada dirinya yang dirahasiakan oleh Allah sehingga menjadikan dia bersabar menerimanya. Dan apabila mereka mendapatkan kesenangan, mereka bahagia dengannya karena mereka mengetahui bahwa semuanya itu datang dari Allah yang mengharuskan dia bersyukur kepada-Nya.
Alangkah bahagianya hidup kalau dalam setiap waktunya selalu dalam kebaikan. Bukankah sabar itu merupakan kebaikan? Dan bukankah bersyukur itu merupakan kebaikan? Diantara sabar dan syukur ini orang-orang yang beriman berlabuh dengan bahtera imannya dalam mengarungi lautan hidup. Allah berfirman;
Jika kalian bersyukur (atas nikmat-nikmat-Ku ), niscaya Aku akan benar-benar menambahnya kepada kalian dan jika kalian mengkufurinya maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.
Rasulullah Shalallah ‘Alahi Wasallam bersabda:
Dan tidaklah seseorang di berikan satu pemberian lebih baik dan lebih luas dari pada kesabaran”. ( HR. Bukhari dan Muslim )
Kesabaran itu adalah Cahaya.

Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘Anhu brkata: “Kami menemukan kebahagian hidup bersama kesabaran”. ( HR. Bukhari)

Mari kita mendengar herannya Rasululah terhadap kehidupan orang-orang yang beriman di mana mereka selalu dalam kebaikan siang dan malam:
“Sungguh sangat mengherankan urusannya orang yang beriman dimana semua urusannya adalah baik dan yang demikian itu tidak didapati kecuali oleh orang yang beriman. Kalau dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya dan kalau dia ditimpa mudharat mereka bersabar maka itu merupakan satu kebaikan baginya”.

As-Sa’dy rahilahullah mengatakan: ”Rasulullah memberitakan bahwa seorang yang beriman kepada Allah berlipat-lipat ganjaran kebaikan dan buahnya dalam setiap keadaan yang dilaluinya baik itu senang atau duka. Dari itu kamu menemukan bila dua orang ditimpa oleh dua hal tersebut kamu akan mendapatkan perbedaan yang jauh pada dua orang tersebut, yang demikian itu disebabkan karena perbedaan tingkat kimanan yang ada pada mereka berdua”. Lihat Kitab Al-Wasailul Mufiidah lil hayati As-Sa’idah halaman 12.

Dalam meraih kebahagiaan dalam hidup manusia terbagi menjadi tiga golongan.
Pertama, orang yang mengetahui jalan tersebut dan dia berusaha untuk menempuhnya walaupun harus menghadapi resiko yang sangat dahsyat. Dia mengorbankan segala apa yang diminta oleh perjuangan tersebut walaupun harus mengorbankan nyawa. Dia mempertahankan diri dalam amukan badai kehidupan dan berusaha menggandeng tangan keluarganya untuk bersama-sama dalam menyelamatkan diri. Yang menjadi syi’arnya adalah firman Allah;
Hai orang-orang yang beriman jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.

Karena perjuangan yang gigih tersebut, Allah mencatatnya termasuk kedalam barisan orang-orang yang tidak merugi dalam hidup dan selalu mendapat kemenangan di dunia dan di akhirat sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat Al- ‘Ashr 1-3 dan surat Al-Mujadalah 22. Mereka itulah orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan merekalah pemilik kehidupan yang hakiki.

Kedua, orang yang mengetahui jalan kebahagian yang hakiki tersebut namun dikarenakan kelemahan iman yang ada pada dirinya menyebabkan dia menempuh jalan yang lain dengan cara menghinakan dirinya di hadapan hawa nafsu. Mendapatkan kegagalan demi kegagalan ketika bertarung melawannya. Mereka adalah orang-orang yang lebih memilih kebahagian yang semu daripada harus meraih kebahagian yang hakiki di dunia dan di Akhirat kelak. Menanggalkan baju ketakwaannya, mahkota keyakinannya dan menggugurkan ilmu yang ada pada dirinya. Mereka adalah barisan orang-orang yang lemah imannya.

Ketiga, orang yang sama sekali tidak mengetahui jalan kebahagiaan tersebut sehingga harus berjalan di atas duri-duri yang tajam dan menyangka kalau yang demikian itu merupakan kebahagian yang hakiki. Mereka siap melelang agamanya dengan kehidupan dunia yang fana’ dan siap terjun ke dalam kubangan api yang sangat dahsyat. Orang yang seperti inilah yang dimaksud oleh Allah dalm surat Al-‘Ashr ayat 2 yaitu “Orang-orang yang pasti merugi” dan yang disebutkan oleh Allah dalam surat Al-Mujadalah ayat 19 yaitu “ Partainya syaithon yang pasti akan merugi dan gagal”. Dan mereka itulah yang dimaksud oleh Rasulullah dalam sabda beliau:
Di pagi hari seseorang menjadi mukmin dan di sore harinya menjadi kafir dan di sore harinya mukmin maka di pagi harinya dia kafir dan dia melelang agamanya dengan harga dunia
.
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wasallam, diantaranya adalah kebahagian hidup dan kemuliaannya ada bersama keteguhan berpegang dengan agama dan bersegera mewujudkannya dalam bentuk amal shaleh dan tidak bolehnya seseorang untuk menunda amal yang pada akhirnya dia terjatuh dalam perangkap syaithan yaitu merasa aman dari balasan tipu daya Allah Subhanahu Wata’ala. Hidup harus bertarung dengan fitnah sehingga dengannya ada yang harus menemukan kegagalan dirinya dan terjatuh pada kehinaan di mata Alllah dan di mata makhluk-Nya.

About kampus samudra ilmu hikmah

23 comments

  1. pertamax dan cendol

  2. absen pagi…buburnya cendol…salam

  3. Ass. Ketigaxxx. Sebagai nasehat………………

  4. ass,absen dulu pada kemana ko seph ?lagi pada qobiltu?

  5. @Mas Laskar Cinta aku titip absen yo biar Ki Rektor deadman pas absen aku ga dikira mbolos he..he…suwun

  6. ario.muhammad [ mas.rio ]

    assalam’mualaikum wr wb..
    salam sehat selalu
    @ari
    @kangmasjo
    @oval75
    @mencari ridho allah
    @laskar cinta
    @iwan kun
    @ salam sejahterah salam takjim untuk para sedulur semua

  7. ario.muhammad [ mas.rio ]

    @mas oval75 saya mas rio dplg ganti email..
    apakah mas oval ulang tahun hari ini?kl memang ulang tahun saya mengucapkan semoga sehat selalu..amiin..

  8. ario
    slm takzim jg..

  9. aslmlkm..
    saatnya adzan maghrib utk wilayah jakarta dan sekitarnya..

  10. Met malam semuanya, sepi…

  11. Ndere Kuliah Malem neng kampus Samudra Ilmu Hikmah, Mengalap Berkah Ilmu di dalam samudra Ilmu bekal Hidup supaya ada Hikmahnya dalam menjalalani Kehidupan,

    Ki Rektor Deadman Monggo dipun lanjut Kuliah Malem mugi-mugi kulo ngalap berkah manfaat nggo diri kulo sami keluargo amin

    @Mas Laskar Cinta Absene Pundi Mas kulo ndere Absen mas, Lah Iku enten neng Mejone KI Rektor , Alhamdulillah Teseh melu Kuliah

  12. Hi xi xi xi 😎 nderek nyimak.

  13. @iwan kun,waduh ki,pake bahasa indonesia aja,kulo mboten ngertos, kulo dudu tiyang jawi (bener g y?) 😀

  14. @nanta, mantap nih ilmunya,bsa mecah raga,bagi dong:D

  15. isi Absen dulu,ijin nyimak om DM.(salam hormat buat sesepuh KASIH)

  16. Om DM..mau tanya donk..ap sih arti ALLAH HUHABQUM..ataupun munkin maknanya.?bg siapapun yg tau..tolong pencerahanya?

  17. ikut menyimak,,,gelar tiker,,,

  18. ikut nongkrong aja, nunggu sesepuh kyai dead man

  19. artikel yang bermanfaat…nyimak dulu…………..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: