Home / KEMBALI KESUNNAH / Kembali ke Sunnah

Kembali ke Sunnah

Rasulullah menyuruh kita mengikuti sunnah beliau dan melarang kita mengadakan acara ritual baru (bid’ah). Karena agama Islam telah sempurna dan cukup apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, dan yang diterima sebagai tuntunan As-Sunnah oleh Ahlussunnah wal- Jamaah, yaitu para sahabat dan tabi’in.

Di dalam hadits shahih Rasulullah bersabda:
(( مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ ))
“Barang siapa mengadakan suatu amalan baru dalam Agama kami yang di luar syari’at kami. Maka amalan itu tertolak”
Hadits ini disepakati keshahihannya oleh para ulama Sunnah.

Dalam riwayat lain di shahih muslim
(( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ))
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan syari’at kami. Maka amalnya itu tertolak”

Dalam hadits lain, beliau bersabda:
((عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَاِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ))
“Berpeganglah kamu sekalian dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rashidin setelahku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan, karena setiap amalan yang diada-adakan itu bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat”

Rasulullah bersabda dalam khutbah Jum’at beliau:
أَمَّا بَعْدُ: فَاِنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah. Sebaik-baik ajaran adalah ajaran Muhammad Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara baru yang diada-adakan. Dan setiap bid’ah adalah sesat”
Dalam hadits-hadits yang tertera di atas terdapat peringatan keras mengadakan berbagai bid’ah dan penegasan bahwa bid’ah adalah sesat. Ini semua agar menjadi peringatan bagi ummat Islam tentang besarnya bahaya bid’ah, sekaligus untuk mengajak mereka menjauhi tindakan melakukan bid’ah.

Allah berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Apa saja yang disampaikan Rasul kepada kamu terimalah ia. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kamu, tinggalkanlah” (QS. Al Hasyar: 7).

Allah berfirman:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan(dalam hatinya) atau ditimpa adzab yang pedih (QS. An Nuur: 63)

Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir, dan banyak mengingat Allah. (QS. Al Ahzab: 21).

Allah berfirman:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At Taubah: 100).

Melihat dari dalil-dalil di atas sudah seharusnya kita mengembalikan urusan agama kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena keselamatan di dunia dan di akhirat hanya mengikuti apa-apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasulullah .

Wallahu a’lam.

About kampus samudra ilmu hikmah

14 comments

  1. izin nyimak booos

  2. Trus gmana ki DM,apakah amalan2 yg ada d sni mwpun di KWA trmasuk bi’dah??

  3. bagaimana jika dikaitkan dgn hadits : al’ulama’u warosatul ambiya’…..ulama’ itu pewaris para nabi….,padahal yg sy ketahui ulama2 skrg itu punya karangan amalan2 sendiri,spt amalan wirid untk sesuatu hajat tertentu,apa itu juga bid’ah???mohon pencerahannya…..terimakasih sebelumnya..

    • sy rasa tentunya tidak, amalan atau untaian kata yang dikarang dari para wali allah adalah merupakan syair. jadi slama syair tersebut masih memuja dan memuji keagungan allah swt, sy rasa tidak ada yg salah. yg penting masih dalam jalur aqidah, iman, sopan santun islam. ya monggo silahkan.

  4. Bid’ah atw bukan yg jelas ga ngerugiin orang lain … Wong ajaran islam yg skrg dterima oleh umat islam masa kini blm tntu sama ky di zaman rasullulah .benahin aja diri sndiri dulu bru brbicra tntg bid’ah…thx..

  5. -De santos kds ga perlu brtnya lg… Anda sudah lbh tau … Sekira ny pemkiran anda sudah menjawb kekurangn dr artikel ini…. :ngacir

  6. -De santos kds ga perlu brtnya lg… Anda sudah lbh tau … Sekira ny pemkiran anda sudah menjawb kekurangn dr artikel ini…. :ngacir …

  7. bid’ah emang ajaran berdasarkan kenyakinan dan budaya masing – masing yang ditinggalkaan sesepuhnya…serahkan kepada yang menyakininya…kenyakinan sangat susah buat berubah…contohnya ahmadiyah meskipun udah dilarang tetap ajaah aada…mari kita saling menjaga kesatuan dan persatuan.

  8. @mas tunggudulu benar..menjaga hubgn persatuan lbh pnting drpda sibuk menggurui dn mengurusi hal bid’ah .koreksi saja dlu diri sndri… Jaga hubgn baik sesama umat tnp membrikan stateman ini bid’ah itu bid’ah … I love indonesia

  9. @tunggudulu…..mslhnya budaya yg ditinggalkan sesepuh itu tdk sesuai dgn hadits diatas makanya dianggap bid’ah,pdhl wali 9 dlm berdakwah khususnya sunan kalijaga memakai gamelan dan wayang…..apa itu juga bid’ah????dan ada juga yg berdakwah lewat nyanyian…..betul kan????kang/mbakyu tunggudulu…

  10. @de santos ///anda uda tau tapi masih bertanya juga ,,,,,apamau cari cari ………..

  11. ery@@hehehehe….emang cari2….spy ilmu yg lebih tingginya keluar….kan bisa nambah banyak wa2san…

  12. oyyy oyyy oyyy@santai santai,enjoy enjoy saudaraku smuanya,kalau dibilang bid’ah mungkin aku ini pengamal bi’ah,tahlil,mauludan,ziaroh kubur,lha wong bid’ah enak kok,zaman nabi itu nda ada tv,hp,mobil,motor,bid’ah nda kalau orang islam pake yg zaman nabi nda ada?.
    salam sedulur jg sesepuhku semua,salammmmmmmm

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: